English
English
Vietnam

Chelsea secara resmi menunjuk Liam Rosenior sebagai pelatih kepala baru dengan kontrak jangka panjang berdurasi lima setengah tahun. Pelatih berusia 41 tahun itu didatangkan dari Strasbourg, klub Prancis yang juga berada dalam naungan kepemilikan BlueCo. Rosenior sebelumnya sempat menimba pengalaman sebagai pelatih kepala di Hull City dan Derby County, sebelum dipercaya menangani Strasbourg sejak pertengahan 2024 dan membawa klub tersebut finis di papan atas Ligue 1 musim lalu.
Keputusan Chelsea menunjuk Rosenior tidak lepas dari situasi klub yang tengah mencari stabilitas. Enzo Maresca dilepas pada awal Januari setelah rentetan hasil kurang konsisten dan isu internal yang mulai mencuat. Meski Chelsea saat ini masih berada di lima besar Liga Inggris, performa yang hanya menghasilkan satu kemenangan dari tujuh laga membuat manajemen memilih mengambil langkah tegas. Untuk sementara, tim ditangani pelatih akademi hingga Rosenior resmi memulai tugasnya.
Bagi Rosenior, kesempatan melatih Chelsea merupakan puncak penting dalam karier kepelatihannya. Ia meninggalkan Strasbourg di tengah musim dengan perasaan emosional, namun yakin langkah tersebut merupakan tantangan yang tidak bisa ditolak. Meski mengakui masih relatif minim pengalaman di level tertinggi, Rosenior menegaskan keyakinannya untuk memimpin klub besar dengan filosofi kebersamaan, identitas kuat, dan target meraih trofi. Ia juga membawa staf kepelatihannya untuk mendukung proses transisi di London Barat.
Kepindahan Rosenior turut memicu reaksi keras dari sebagian pendukung Strasbourg yang sejak lama menentang model kepemilikan multi-klub BlueCo. Kepergian sang pelatih dianggap sebagai simbol ketimpangan relasi antara klub Prancis dan Chelsea. Protes suporter kembali mencuat, menyoroti kekhawatiran bahwa Strasbourg hanya menjadi bagian pendukung dalam proyek besar Chelsea. Meski demikian, bagi Chelsea, penunjukan Rosenior menandai awal baru dengan harapan menghadirkan stabilitas dan kesuksesan jangka panjang.