English
English
Vietnam

Kabar menarik datang dari Australia setelah nama Luke Vickery disebut memenuhi syarat untuk membela Timnas Indonesia. Winger berusia 20 tahun yang saat ini bermain untuk Macarthur FC di ajang A-League itu memiliki garis keturunan Indonesia dari neneknya yang berasal dari Medan. Informasi mengenai kelayakan tersebut memunculkan optimisme baru terkait potensi tambahan kekuatan di sektor sayap skuad Garuda.
Laporan dari media Australia menyebutkan bahwa Vickery telah mengonfirmasi status eligibilitasnya dan membuka komunikasi dengan pelatih tim nasional, John Herdman. Selain Indonesia, ia juga memiliki peluang membela Australia dan Amerika Serikat. Situasi ini membuat proses pendekatan menjadi krusial, terutama karena keputusan akhir akan sangat dipengaruhi oleh prospek karier, kesempatan bermain, serta visi jangka panjang yang ditawarkan masing-masing federasi.
Fenomena ini mengingatkan pada kasus Mathew Baker yang sempat masuk radar Australia sebelum akhirnya memilih Indonesia dan menjadi bagian penting di kelompok usia muda. Pelatih Nova Arianto kala itu bergerak cepat untuk memastikan komitmen sang pemain. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa respons sigap federasi bisa menjadi faktor penentu dalam persaingan mendapatkan pemain berdarah ganda.
Apabila proses administrasi dan naturalisasi berjalan lancar, Vickery berpotensi menambah variasi serangan Indonesia melalui kecepatan dan kemampuan duel satu lawan satu yang ia miliki. Di tengah persaingan sepak bola modern yang semakin ketat, perebutan talenta dengan kewarganegaraan ganda menjadi strategi penting bagi banyak negara. Bagi Indonesia, langkah proaktif mendekati pemain diaspora seperti Vickery dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat peningkatan kualitas tim dalam menghadapi target jangka panjang seperti Kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia.