English
English
Vietnam
Arus kepulangan pemain diaspora ke Super League Indonesia pada musim 2025/2026 semakin terasa. Beberapa nama besar yang sebelumnya berkarier di luar negeri memutuskan kembali dan meramaikan kompetisi domestik. Fenomena ini memunculkan optimisme terhadap peningkatan kualitas liga lokal. Namun, di tengah tren tersebut, tidak semua pemain naturalisasi Timnas Indonesia mengikuti langkah serupa. Sebagian justru memilih bertahan di luar negeri demi menjaga level persaingan dan kualitas permainan.
Salah satu yang tetap konsisten berkarier di Eropa adalah Ole Romeny. Penyerang yang masih terikat kontrak jangka panjang bersama klubnya di Inggris itu memilih fokus menembus persaingan ketat di kompetisi setempat. Keputusan ini dinilai penting untuk menjaga ritme bermain dan meningkatkan kualitas teknisnya. Langkah serupa diambil Sandy Walsh yang kini bermain di Asia Tenggara. Meski sempat dikaitkan dengan klub Indonesia, ia tetap menjadi bagian penting dari timnya dan memprioritaskan stabilitas serta pengalaman tampil di level kompetisi regional.
Di Belanda, Miliano Jonathans juga menunjukkan komitmen untuk melanjutkan perkembangan kariernya di Eropa. Winger muda tersebut memilih bertahan demi memaksimalkan potensi pada fase krusial dalam perjalanan profesionalnya. Sementara itu, Nathan Tjoe-A-On tetap fokus membangun karier bersama klubnya di kompetisi Belanda. Bermain secara reguler di liga Eropa dianggap memberi manfaat besar, terutama dalam aspek taktik, fisik, dan konsistensi performa.
Keputusan para pemain ini mencerminkan perencanaan jangka panjang yang matang. Bermain di luar negeri dengan intensitas dan standar tinggi diyakini dapat memperkaya pengalaman sekaligus meningkatkan daya saing saat membela Timnas Indonesia. Di tengah euforia kepulangan diaspora, pilihan untuk bertahan di luar negeri menegaskan bahwa setiap pemain memiliki strategi karier yang berbeda, dengan tujuan akhir yang sama, yakni memberikan kontribusi maksimal bagi tim nasional.