English
English
Vietnam

Shayne Pattynama, bek naturalisasi pertama di posisi bek kiri Timnas Indonesia, mengakui bahwa persaingan di sektor ini semakin sengit. Awalnya, dia hanya bersaing dengan beberapa pemain seperti Pratama Arhan, Edo Febriansyah, dan Yance Sayuri. Namun, kehadiran pemain naturalisasi baru seperti Nathan Tjoe-A-On, Calvin Verdonk, dan Dean James membuat kompetisi di posisi bek kiri semakin tajam. Dalam setahun terakhir, perebutan posisi ini hanya berlangsung antara James dan Verdonk, sehingga Pattynama akhirnya harus tersisih dari skuad utama.
Meski tersingkir, Shayne melihat persaingan ketat sebagai hal yang positif bagi Timnas Indonesia. Menurutnya, kompetisi internal membuat setiap pemain terdorong untuk tampil maksimal dan mengeluarkan kemampuan terbaik, sekaligus menciptakan suasana latihan yang kompetitif. Kondisi ini diyakini dapat meningkatkan kualitas tim secara keseluruhan, karena para pemain akan terus berusaha memperbaiki diri demi mendapatkan kepercayaan pelatih.
Shayne menyoroti Calvin Verdonk sebagai contoh pemain berkualitas yang banyak mendapatkan kesempatan bermain, baik di era Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert. Pattynama mengaku banyak belajar dari permainan Verdonk, terutama dalam hal positioning dan teknik bermain di sayap kiri. Pengalaman ini dianggapnya penting untuk pengembangan diri, meskipun harus duduk di bangku cadangan.
Shayne berharap persaingan ketat tidak hanya terjadi di posisi bek kiri saja, melainkan di seluruh lini skuad Merah Putih. Dengan kompetisi di setiap posisi, kualitas latihan, koordinasi tim, dan performa secara keseluruhan bisa meningkat. Menurutnya, situasi seperti ini adalah hal yang sehat dan bermanfaat bagi Timnas Indonesia untuk membangun tim yang lebih solid dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.