Mobile
APP
    Hong Kong Odds
    • Decimal Odds
    • Hong Kong Odds
    • Indonesian Odds
    • American Odds
    • Malay Odds
    English
    • English
    • Vietnam
    Soccer> Community> Aquarto>

    10 Kolaps Gelar Liga Paling Mengejutkan Sepak Bola Sepanjang Sejarah

    10 Kolaps Gelar Liga Paling Mengejutkan Sepak Bola Sepanjang Sejarah

    0 0


    Persaingan gelar liga selalu menghadirkan drama yang memukau, terutama ketika tim-tim elite bersaing ketat sepanjang musim. Namun, tidak semua tim mampu mempertahankan posisi puncak hingga akhir, dan sejarah sepak bola dipenuhi momen mengejutkan ketika favorit juara justru gagal mengamankan trofi. Beberapa klub yang awalnya unggul jauh akhirnya mengalami penurunan performa dramatis, meninggalkan kekecewaan besar bagi pemain, pelatih, dan suporter.

    Kasus klasik melibatkan Liverpool pada musim 2013/14, Arsenal di musim 2007/08 dan 2002/03, serta Real Madrid di musim 2003/04. Liverpool kehilangan peluang gelar akibat beberapa kekalahan penting, termasuk insiden terkenal Steven Gerrard, sementara Arsenal beberapa kali tergelincir karena cedera pemain kunci dan penurunan performa di akhir musim. Real Madrid, meski dipenuhi bintang Galacticos, juga gagal mempertahankan keunggulan besar hingga 12 pertandingan terakhir musim tersebut, akhirnya finis di posisi keempat.

    Bayern Munich (2011/12), Inter Milan (2001/02), AS Monaco (2003/04), dan Manchester United (1997/98) menjadi contoh lain dari kolaps gelar yang mengejutkan. Bayern kehilangan kesempatan juara meski mendominasi Bundesliga, Inter Milan gagal mengamankan Serie A meski berada di puncak saat Natal, sementara AS Monaco dan Manchester United tergelincir di akhir musim akibat performa yang menurun secara drastis. Situasi ini menunjukkan betapa sulitnya mempertahankan konsistensi sepanjang musim penuh tekanan dan jadwal padat.

    Kolaps gelar juga terjadi di era modern, seperti Ajax pada musim 2024/25 dan Newcastle United pada musim 1995/96. Ajax, yang unggul sembilan poin menjelang lima pertandingan terakhir, gagal mempertahankan keunggulan hingga PSV Eindhoven merebut posisi kedua. Newcastle, yang sempat memimpin 12 poin, mengalami penurunan performa dari Februari hingga April, sehingga Manchester United berhasil menyalip dan meraih gelar. Kasus-kasus ini membuktikan bahwa sepak bola selalu penuh ketidakpastian, dan setiap keunggulan dapat hilang dalam sekejap.

    Comments
    All
    By Author
    Me
    Add Comment
    Post
    Copyright © 2026 Powered By Goaloo All Rights Reserved.