Mobile
APP
    Hong Kong Odds
    • Decimal Odds
    • Hong Kong Odds
    • Indonesian Odds
    • American Odds
    • Malay Odds
    English
    • English
    • Vietnam
    Soccer> Community> News Daily>

    Trump: Saya Tak Peduli Iran Ikut atau Tidak di World Cup 2026

    Trump: Saya Tak Peduli Iran Ikut atau Tidak di World Cup 2026

    0 0

    WASHINGTON DC, Rabu — Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal keras bahwa Iran berpotensi tidak dapat tampil di Piala Dunia 2026. Kini, masa depan “Tim Melli” sepenuhnya berada di tangan FIFA sebagai penyelenggara turnamen yang akan dimulai pada 11 Juni 2026.

    Iran, bersama Jepang, termasuk negara yang paling cepat memastikan tiket ke Piala Dunia 2026. Di bawah asuhan Amir Ghalenoei, Iran sejatinya bersiap menjalani partisipasi ketujuh mereka di ajang tersebut, sekaligus menjadi wakil Asia dalam lima edisi beruntun sejak Brasil 2014.


    Namun, di tengah memanasnya konflik antara Iran dan koalisi AS-Israel, peluang Iran untuk tampil di turnamen tersebut menghadapi ancaman serius. Sebagai salah satu tuan rumah, Amerika Serikat memiliki kewenangan dalam urusan pemberian visa, yang bisa saja menjadi penghalang bagi skuad dan ofisial Iran.

    “Saya benar-benar tidak peduli apakah Iran ikut Piala Dunia 2026 atau tidak,” ujar Trump dalam wawancara khusus dengan POLITICO pada Selasa (3/3/2025) di Washington DC. Wawancara tersebut dipublikasikan pada siang hari waktu setempat.

    “Saya rasa Iran adalah negara yang sudah kalah telak. Mereka sudah kehabisan tenaga,” lanjutnya.

    Hingga saat ini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Trump tersebut. Upaya permintaan komentar kepada perwakilan media FIFA juga belum membuahkan jawaban.

    Pernyataan terakhir dari FIFA terkait situasi geopolitik ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Mattias Grafstrom dalam pertemuan tahunan IFAB di Wales akhir pekan lalu.


    “Fokus kami adalah memastikan Piala Dunia yang aman bagi semua pihak yang terlibat,” ujar Grafstrom seperti dikutip BBC.

    Presiden FIFA Gianni Infantino diketahui memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Trump. Ia bahkan hadir dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian bentukan Trump pada 20 Februari lalu. Dalam kesempatan itu, Infantino menerima dokumen komitmen pembangunan 50 lapangan sepak bola, akademi FIFA, serta stadion berkapasitas 20.000 kursi di Gaza. Proyek tersebut direncanakan berlangsung selama 36 bulan mulai Februari 2026.

    Di Piala Dunia 2026, Iran tergabung di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Iran dijadwalkan memulai laga pada 16 Juni menghadapi Selandia Baru.

    Dua pertandingan awal Iran rencananya digelar di Stadion SoFi, Inglewood, Los Angeles. Sementara laga terakhir fase grup akan dimainkan di Stadion Lumen Field, Seattle.

    Ketidakhadiran yang Menjadi Sorotan

    Tnda-tanda potensi tersingkirnya Iran juga terlihat saat FIFA menggelar pertemuan dengan 42 negara yang telah lolos ke putaran final di Atlanta pada 2–4 Maret 2026. Tidak ada perwakilan Iran yang hadir dalam agenda resmi tersebut.


    Padahal, pertemuan itu bertujuan memberikan pemahaman teknis terkait penyelenggaraan turnamen, termasuk fasilitas, operasional pertandingan, aturan komersial, keamanan, serta aspek kesehatan selama Piala Dunia berlangsung di AS, Kanada, dan Meksiko.

    Agenda tersebut diselenggarakan FIFA bersama Satuan Tugas Piala Dunia 2026 Gedung Putih. Direktur Satgas, Andrew Giuliani, membela sikap Presiden Trump dengan menyebut langkah tersebut sebagai upaya melindungi dunia.

    “Tindakan tegas Presiden Trump menghilangkan sumber destabilisasi besar dan akan melindungi masyarakat global, termasuk warga AS dan jutaan orang yang berencana menghadiri Piala Dunia 2026 di AS,” ujar Giuliani kepada POLITICO.

    Sebelumnya, Iran juga tidak hadir dalam agenda undian fase grup yang digelar di Washington DC pada Desember lalu. Departemen Luar Negeri AS dilaporkan menolak pengajuan visa dari enam delegasi Iran, termasuk Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj.

    Dalam pernyataannya kepada media olahraga Iran, Taj mengakui situasi saat ini tidak ideal bagi timnya. Kompetisi domestik Iran bahkan telah dihentikan sejak 27 Februari.

    “Setelah serangan ini, sulit bagi kami untuk berharap tampil di Piala Dunia seperti biasa. Kami menyerahkan semuanya kepada otoritas olahraga dunia,” kata Taj.

    Di tengah situasi konflik, hanya tim nasional putri Iran yang masih aktif bertanding, yakni di ajang Piala Asia Putri 2026 di Australia.

    Sementara itu, beredar kabar bahwa penyerang andalan Mehdi Taremi ingin memutus kontraknya dengan klub Yunani Olympiacos untuk kembali ke Iran. Namun, agen Taremi, Federico Pastorello, membantah isu tersebut.

    “Kabar tentang Mehdi Taremi tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Ia sepenuhnya fokus pada tugasnya di Athena dan pada karier profesionalnya,” ujar Pastorello seperti dikutip A Bola.

    Dengas situasi politik yang terus memanas, keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026 kini menjadi tanda tanya besar — sebuah ujian bagi FIFA dalam menjaga prinsip bahwa sepak bola seharusnya berdiri di atas kepentingan politik.

    Comments
    All
    By Author
    Me
    Add Comment
    Post
    Copyright © 2026 Powered By Goaloo All Rights Reserved.