English
English
Vietnam

Tottenham Hotspur mengambil keputusan besar dengan mengakhiri kerja sama bersama pelatih Igor Tudor hanya dalam waktu 43 hari sejak ia ditunjuk sebagai kepala pelatih. Keputusan ini diambil melalui kesepakatan bersama setelah performa tim dinilai tidak menunjukkan perbaikan signifikan. Dalam periode singkat tersebut, Tudor hanya mampu mencatat satu kemenangan dari tujuh pertandingan, yang membuat posisi tim semakin terpuruk di klasemen dan mendekati zona degradasi.
Performa buruk tersebut turut dipengaruhi hasil-hasil negatif yang dialami Tottenham di berbagai kompetisi, termasuk tersingkir dari Liga Champions serta kekalahan telak dari Nottingham Forest pada laga terakhir Tudor. Di Premier League, posisi Tottenham saat ini berada di peringkat 17, hanya terpaut satu poin dari zona degradasi. Kondisi ini mencerminkan krisis yang sedang dialami klub, baik dari segi performa maupun kestabilan tim, sehingga manajemen memutuskan untuk segera melakukan perubahan demi menyelamatkan musim mereka.
Di balik keputusan tersebut, situasi pribadi yang dialami Tudor juga menjadi pertimbangan. Ia baru saja kehilangan ayahnya, sehingga klub memberikan waktu bagi sang pelatih untuk berduka sebelum akhirnya disepakati perpisahan. Selain itu, beberapa staf kepelatihan juga ikut meninggalkan klub, menandakan adanya perombakan besar dalam struktur kepelatihan Tottenham. Selama masa transisi ini, tim akan dipimpin sementara oleh Bruno Saltor sambil menunggu penunjukan pelatih baru.
Ke depan, Tottenham bergerak cepat untuk mencari sosok pelatih baru guna mempersiapkan tim menghadapi pertandingan berikutnya, termasuk laga penting melawan Sunderland. Sejumlah nama mulai dikaitkan dengan kursi pelatih, seperti Roberto De Zerbi dan Mauricio Pochettino, yang pernah menangani klub tersebut sebelumnya. Selain itu, beberapa kandidat lain juga masuk dalam radar manajemen, menunjukkan bahwa Tottenham tengah mempertimbangkan berbagai opsi demi menemukan sosok yang tepat untuk membawa tim keluar dari keterpurukan. Situasi ini menjadi momen krusial bagi klub untuk menentukan arah baru demi memperbaiki performa dan menghindari ancaman degradasi.