English
English
Vietnam

Gabriel Magalhaes menjadi sorotan setelah momen pahit di final Liga Champions ketika dirinya gagal mengeksekusi penalti dalam adu tos-tosan melawan Paris Saint-Germain. Namun, kegagalan tersebut justru memunculkan respons yang tak terduga dari para pendukung Arsenal. Alih-alih menerima kritik, bek asal Brasil itu malah mendapatkan gelombang dukungan besar yang terlihat dari meningkatnya antusiasme terhadap atribut klub yang mengenakan namanya.
Dampak dukungan tersebut terlihat jelas pada penjualan jersey Arsenal bernama Gabriel yang melonjak tajam dalam beberapa hari setelah pertandingan. Lonjakan itu bahkan mencapai sekitar 350 persen, menjadikannya salah satu pemain dengan penjualan tertinggi di periode tersebut. Di tengah kekecewaan tim karena gagal meraih gelar, para penggemar justru menunjukkan solidaritas kuat dengan memilih mendukung pemain yang sedang berada dalam momen sulit.
Pada pertandingan final tersebut, Gabriel mendapat kepercayaan sebagai eksekutor penalti kelima Arsenal, namun tendangannya melambung di atas gawang sehingga memastikan kemenangan PSG. Meski momen itu menjadi titik balik kekalahan Arsenal, para pendukung tetap memberikan apresiasi dan tidak mengalihkan dukungan kepada sang pemain. Bahkan pada periode tertentu, penjualan jersey Gabriel dilaporkan melampaui pemain Arsenal lainnya dengan selisih yang cukup signifikan.
Di luar insiden tersebut, Gabriel tetap menjadi salah satu pilar penting dalam skuad Arsenal sejak bergabung pada 2020. Konsistensinya di lini pertahanan, kontribusi gol, serta jumlah penampilan yang terus bertambah menunjukkan perannya yang vital bagi tim. Dengan kontrak jangka panjang hingga 2029 dan catatan performa yang stabil, satu kegagalan di laga besar tidak mengurangi kepercayaan dan apresiasi yang ia dapatkan dari para suporter.