English
English
Vietnam

Korea Selatan berada dalam situasi genting setelah kalah 0-1 dari Afrika Selatan pada laga penentuan Grup A Piala Dunia. Kekalahan tersebut menjadi sorotan besar karena pelatih Hong Myung-bo membuat keputusan berani dengan tidak menurunkan kapten sekaligus bintang utama, Son Heung-min, sejak menit awal. Keputusan itu menjadi pertama kalinya Son tidak masuk dalam starting XI sejak memulai kariernya bersama tim nasional, dan hasilnya justru berujung pada kekalahan yang merugikan.
Afrika Selatan tampil mengejutkan dengan kemenangan tipis yang membawa mereka melesat dari posisi terbawah grup hingga finis di peringkat kedua dan memastikan tiket ke babak gugur. Sementara itu, Korea Selatan kini harus menunggu hasil akhir fase grup untuk mengetahui nasib mereka, apakah bisa lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Situasi ini membuat tekanan terhadap tim semakin besar, terutama setelah performa yang dinilai jauh dari harapan.
Keputusan mencadangkan Son memicu kritik tajam dari media dan publik sepak bola Korea Selatan. Pelatih Hong Myung-bo mendapat sorotan keras atas strategi yang dianggap tidak berjalan sesuai rencana. Ia kemudian mengakui bahwa hasil pertandingan membuatnya harus meninjau kembali keputusannya, meski sebelumnya telah mempertimbangkan strategi tersebut dengan matang. Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab penuh atas hasil buruk tersebut berada di pundaknya sebagai pelatih kepala.
Penjelasan Hong terkait strategi memasukkan Son di babak kedua juga turut dipertanyakan, karena momen tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap permainan tim. Harapan untuk memanfaatkan kondisi lawan yang mulai kelelahan tidak berjalan sesuai prediksi, sementara Afrika Selatan justru tampil lebih efektif. Kekalahan ini semakin memperpanjang catatan kurang konsisten Korea Selatan di bawah asuhannya, mengingat pengalaman buruk sebelumnya di Piala Dunia 2014 ketika tim juga gagal meraih hasil maksimal.